SEKOLAH KRISTEN CALVIN

 

Alamat Kami :
Menara Calvin Lt.3
Kompleks RMCI
Jln. Industri Blok B14 Kav. 1
Jakarta Pusat 10720
Telp : (021) 658-678-12
    (021) 658-678-14
Faks. : (021) 658-678-13
HP :

087-8899-70000

humas@sekolahkristencalvin.org

beranda | berita | simson: sang matahari kecil

Simson: Sang Matahari Kecil

Simson Sang Matahari Kecil

Ibadah Gabungan (13 Januari 2021)

Pdt. Ivan Kristiono

 

Simson dipanggil sebagai seorang hakim bagi Israel. Di abad ke 21, kita mengetahui bahwa hakim adalah seorang ahli hukum. Tetapi hakim pada zaman Simson berbeda, hakim yang dimaksud di dalam kitab Hakim-Hakim yaitu hakim sebagai pejuang atau pemimpin peperangan, seorang petarung, seorang penyelamat dari ancaman musuh. Kata hakim di sini lebih dekat ke dunia militer dibanding ahli hukum. Para hakim ini tidak dipilih oleh manusia, namun ditetapkan oleh Allah. Saat ini kita akan mempelajari tentang problem dan dosa-dosa Simson.

 

1. Simson seorang nasir Allah, Ia tidak sekuat tenaga menjaga kenasirannya.

Berapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang nasir Allah: (1) Tidak boleh menyentuh bangkai, (2) Menjauhi anggur (menghindari kemabukan), (3) Rambutnya tidak boleh disentuh oleh pisau cukur. Simson tidak merasa bahwa anugerah itu penting untuk dipertahankan. Sebagaimana Simson sebagai nasir Allah, demikian juga kita dilahirkan untuk dipisahkan oleh dunia, untuk melayani Allah. Kita adalah nasir Allah, hidup menurut Firman Allah, hidup mempersiapkan diri supaya suatu hari kita dipakai Allah kita sudah siap. Jagalah kenasiranmu dengan serius. Mari jaga kekudusanmu, mari jangan melakukan yang jahat, persiapkan dirimu baik-baik. Mari tidak mempermainkan anugerah yang Tuhan sudah berikan. Gunakan setiap kesempatanmu dengan sungguh-sungguh.

 

2. Simson tidak menjalankan panggilannya secara aktif.

Nama Simson mempunyai arti matahari kecil, yaitu terang bagi bangsa. Simson dipanggil untuk memulai perlawanan terhadap Filistin. Ini merupakan satu kesempatan yang indah bahwa Simson merefleksikan Tuhan Yesus Kristus yang memulai perlawanan kita dari dosa. Simson yang memulai, Daud yang menuntaskan. Bedanya, Kristus yang memulai dan Kristus juga yang menuntaskan. Orang Israel tidak melawan Filistin dan malah hidup berdampingan. Simson adalah orang yang Tuhan pakai untuk menyadarkan mereka. Ia sadar akan panggilan itu. Namun kemudian, selama 20 tahun, Simson terlalu sibuk dengan minat pribadinya. Sehingga Ia tidak menjalankan tugasnya secara aktif. Kalimat pertama yang dikeluarkan Simson di dalam Alkitab bukan seperti Nabi Elia yang mengucapkan Nama Tuhan, tetapi kalimat “Aku melihat seorang gadis.” Tuhan seringkali membiarkan orang-orang yang tidak aktif mengerjakan tugasnya, namun pada akhirnya rencana Tuhan tidak pernah gagal. 

 

3. Simson berjalan menurut pandangannya sendiri bukan berdasarkan Firman Tuhan.

Simson terjebak di dalam kesalahan Hakim-Hakim yaitu menuruti keinginan diri daripada menurut Firman Tuhan. Tuhan yang memberikan penilaian mana yang baik. Dia adalah hakim teragung, penilai tertinggi. Kita manusia yang begitu kecil, tidak bisa menentukan mana yang baik dan jahat. Firman Tuhan menjadi penentu apa yang baik dan jahat. Simson menentukan sendiri mana yang baik dan jahat bagi dirinya dan menolak nasihat orang tuanya. Simson berpusat pada penilaiannya sendiri. Ia datang kepada orang tuanya bukan untuk meminta nasihat tetapi memaksa kehendaknya. Ini seolah-olah Simson mengatakan, “Saya tidak peduli kepada apa yang Tuhan katakan, I don’t care with the Bible.” Kita tidak bisa berpikir seperti ini, jika kita mengatakannya, kita harus memikirkan konsekuensinya.

 

4. Simson diikat oleh dosa.

Di dalam Alkitab kita melihat ada tokoh-tokoh yang hidupnya lurus tanpa dosa seperti Daniel dan Yusuf. Namun coba lihat seorang seperti Yakub, Yehuda. Bukan berarti saat engkau sedang bergumul dengan dosa, engkau tidak dipakai oleh Tuhan. Bukan berarti engkau saat ini sedang kesusahan jatuh bangun, engkau sedang dibuang oleh Tuhan. Tidak tentu. Melihat kepada Simson, bahwa Tuhan memakai orang seperti Simson. Dikatakan bahwa Simson adalah pahlawan iman. Kalau engkau membiarkan dirimu terpikat oleh dosa, engkau akan sulit melayani Tuhan karena kesaksian hidupmu tidak menunjang dan nuranimu tidak menunjang. Tuhan begitu baik kepada Simson, meskipun Simson berkubang selama 20 tahun di dalam dosa. Selama itu Simson berpikir bahwa dosa tidak dosa, Tuhan menyertai. Mungkin engkau sudah melayani, bapak ibu guru juga berpikir bahwa engkau sudah melayani dengan baik, dan tidak ada masalah. Sambil melayani sambil berkubang di dalam dosa. Lalu kemudian kita berpikir, tidak apa-apa, karena semua itu bisa dibayar dengan jasa (pelayanan). Tidak bisa, dosa tidak bisa dibayar dengan jasa. Alkitab mengatakan keselamatan semata-mata adalah anugerah. Kalau Tuhan masih terus menyertai pelayanan kita, bukan berarti Tuhan setuju pada tindakan kita. Itu adalah semata-mata kasih karunia. Dosa tidak dapat dibayar dengan jasa, harus kita datang dengan rendah hati bertobat dihadapan Tuhan. 

 

Ada 3 hal Simson diikat oleh dosa:

1. Blinding (dibutakan). Simson dibutakan oleh dosa. Ia yang harusnya menjadi matahari, malah tidak bisa melihat terang. Ada orang yang dikelilingi Firman tetapi tidak bisa melihat Firman. Jika kita berkubang dalam dosa, semakin hari semakin tidak jelas melihat Firman Tuhan. Nurani kita lumpuh saat melayani Tuhan. Dosa membuat rabun, dan kita kehilangan penilaian kita.

2. Binding (terikat). Dosa mengikat kita. Dosa makin menipu kita, semakin kita tidak sensitif terhadap dosa. 

3. Grinding (menggiling). Setiap hari menggiling kegiatan yang tidak ada maknanya.

 

Ketika engkau ada di dalam dosa, jangan lupa untuk berseru kepada Tuhan untuk menguatkan kita dan jangan meninggalkan kita. Demikian Simson mengakhiri hidupnya membuka sebuah era baru, zaman baru, di mana digenapi kebebasan dari penindasan bangsa Filistin.

 

Ringkasan oleh TLG.