Calvin & Kehidupan Rohani

Ibadah Gabungan November 2020
Pdt. Ivan Kristiono

 

Pemikiran Calvin di dalam kehidupan rohani

Di dalam tradisi Reformed, istilah “spiritualitas” jarang digunakan. Calvin menggunakan istilah “piety” atau “eusebeia” (Yunani) atau “kesalehan”. Teologi Calvin tidak bisa dilepaskan dari pada kesalehan dari kehidupan rohani. Ia mengatakan, bukti seseorang mempunyai pengetahuan yang sejati yaitu jika dalam hidup seseorang itu muncul kesalehan (true piety). True piety tidak bisa dilepaskan dari pada true knowledge (pengetahuan sejati), tetapi true knowledge akan dilihat dari buahnya yaitu true piety.

 

Calvin & piety

Saleh dipahami sebagai keinginan semakin mirip dengan Kristus. Di dalam tradisi Yunani, kata “eusebeia” adalah praktek seorang anak kepada orang tuanya, yaitu seorang anak yang berbakti dan taat kepada orang tuanya. Menurut Calvin, kesalehan berarti hidup berbakti kepada Tuhan, hormat kepada Tuhan yang di dorong karena kasih. Fondasi dari kesalehan adalah kasih.

 

Di dalam mempraktekkan kesalehan, Tuhan adalah sasaran, dan bukan instrumen. Bukan memperalat Tuhan supaya kita mendapatkan apa yang kita mau, tetapi karena kebutuhan kita dibawa dekat kepada Tuhan. Pribadi Tuhan menjadi objek utama yang kita sembah.

 

Kemudian, kita tidak mungkin ada kesalehan kalau tidak ada pengenalan. Bagaimana bisa mengasihi kalau tidak kenal?

 

Jadi disimpulkan: pengenalan menghasilkan cinta, cinta menjadi motivasi dari pada kesalehan.

 

Menurut Calvin, kesalehan tidak hanya sekedar berbuat baik. Kesalehan yang seperti itu adalah kesalehan yang bersifat antroposentris (pandangan atau anggapan bahwa manusia adalah pusat dari segalanya). Jadi kesalehan didorong dari mencintai Tuhan, dan mencintai Tuhan didorong dari mengenal Tuhan.

 

Kesalehan bukan terbentuk dari daftar kegiatan. Kesalehan baru bisa dimulai ketika di dalam iman, kita dipersatukan dengan Kristus (union with Christ). Ini adalah dasar atau inti (core) dari kesalehan. Dengan demikian, jika kita sudah dipersatukan dengan Kristus, maka pertanyaan selanjutnya adalah hidup ini milik siapa? Pertanyaan ini penting, saya hidup bagi Kristus atau bagi diri? Jika kita hidup taat, baik kepada semua orang, pergi ke gereja melayani, tetapi jika core-nya adalah bagi diri, maka semuanya itu merusak. Jika belum jelas core-nya, melayani untuk apa, berbuat baik untuk apa, melakukan ini dan itu, itu semua adalah penonjolan diri dan bukan praktek kesalehan. Hal itu bukan hanya merusak diri, namun juga merusak orang lain. Maka kembali lagi, menjalankan kesalehan, pertanyaannya hidup ini milik siapa? Jika hidup bagi Kristus, barulah bisa menjalankan kesalehan.

 

Jika Tuhan sudah menjadi sasaran, maka tujuannya apa? Tujuannya adalah kemuliaan Tuhan, soli deo gloria. Kita melakukan kesalehan bukan untuk kita selamat, tetapi untuk memancarkan kemuliaan Tuhan seperti tujuan penciptaan. Maka perkataan Yohanes pembabtis penting: biarlah aku menjadi semakin kecil, Dia menjadi semakin besar.

 

Yoel Beeke seorang penulis menulis, ada 3 dimensi kesalehan menurut Calvin:

  1. Dimensi teologis: union with Christ. Seperti yang telah dijelaskan tadi, yaitu kesalehan bukan karena melakukan sesuatu, tetapi saat dipersatukan dengan Kristus, kita mendapat kesalehan. Christ center piety, kesalehan hidup sehari-hari yang keluar setelah hidup dipersatukan dengan Kristus.

  2. Dimensi eklesiologis: kesalehan dipupuk di dalam kehidupan di gereja. Para reformator bukan anti-gereja, tetapi mengajak orang untuk bergereja dengan baik. Gereja menurut Calvin itu seperti ‘ibu’ yang mengasuh dan membesarkan anak-anaknya.

  3. Dimensi praktikal/praktis sehari-hari: Contoh praktik sehari-hari yaitu pertobatan, menyangkal diri memikul salib, berdoa, dsb.

 

Doa

Dalam berdoa, kita harus mengingat bahwa Tuhan sanggup mengabulkan. Ketidakpercayaan akan kesanggupan Tuhan mengabulkan doa kita adalah bentuk penghinaan kepada Tuhan. Kemudian yang kedua, kita tidak boleh memaksakan Tuhan mengabulkan doa kita, biarlah kehendak Tuhan yang jadi. Lalu yang ketiga, jika berdoa, mintalah dengan sungguh-sungguh, segenap hati. Dengan belajar berdoa seperti ini, melatih hasrat kita untuk mengajukan permintaan yang benar dan apa yang baik kepada Tuhan. Selanjutnya, doa mempersiapkan hati menerima berkat dan jawaban Tuhan atas permintaan kita dengan ucapan terima kasih yang rendah hati. Berikutnya, doa membuat kita merenungkan kebaikan Tuhan. Ini contoh-contoh bagaimana bertumbuh di dalam doa sehari-hari dari Calvin.

 

Pertobatan

Bagi Luther dan Calvin, bertobat bukan hanya sekali, namun berkali-kali sepanjang hidup. Pertobatan merupakan hal yang harus dilakukan setiap hari, mematikan dosa untuk menumbuhkan yang baik. Mematikan dosa merupakan salah satu tanda pertumbuhan rohani, ibarat menang dalam perang melawan tawanan yang cantik.

Dua hal yang akan terjadi jika kita tidak mematikan dosa: dosa akan melemahkan jiwa (Maz 38:3) dan jiwa menjadi gelap (Maz 40:12).

 

Menyangkal diri

Menyangkal diri memikul salib, belajar mengatakan tidak pada kedagingan.

  1. Ketika kita menderita di dalam Tuhan, maka kita ikut berpartisipasi penderitaan di dalam Kristus. Kita lebih mengenal Kristus di dalam penderitaan.

  2. Kita menghasrati orientasi hidup di dalam Tuhan.

  3. Belajar menyerahkan diri dan apa yang kita punya kepada Tuhan.

 

Calvin bukanlah seorang asketis (meninggalkan semua hal-hal duniawi), Ia juga menikmati anugerah Tuhan melalui literatur, melalui banyak hal. Kita boleh menikmati berkat Tuhan, bersukacita oleh karena relasi yang baik, bersukacita atas hal-hal baik lainnya. Calvin memilih hidup sederhana dan menikmati berkat Tuhan yang ada.

Kiranya apa yang telah diberikan Tuhan melalui hamba-Nya yang mengubah gereja dan dunia, boleh menjadi teladan bagi kita untuk menghidupi seorang Kristen dihadapan Tuhan.

Ringkasan oleh TLG.

 


Ibadah Gabungan Sekolah Kristen Calvin dan Sekolah Kristen Logos
Rabu, 4 November 2020

 

CALVIN & KEHIDUPAN ROHANI
dibawakan oleh Pdt. Ivan Kristiono

 

Youtube SekolahKristenCalvin
https://youtube.com/SekolahKristenCalvinJakarta

Youtube Sekolah Kristen LOGOS (@sekolahkristenlogos)
https://www.youtube.com/c/SekolahKristenLOGOS

 


#IbadahGabungan
#SekolahKristenCalvin
#SekolahKristenLOGOS
#SekolahKehidupan
#MembentukHati
#MemperbaruiAkalBudi
#MenanamkanTanggungJawab

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//
//
Admin

Tim dukungan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!