Elia dan Mukjizat di Sarfat

Ibadah Gabungan Mei 2021
Pdt. Ivan Kristiono

 

(1 Raja-raja 17: 7-24)

Elia sudah lulus ujian. Beberapa minggu lalu Tuhan sudah menguji Elia di sungai Kerit. Elia menantikan Tuhan, ia bersandar dan percaya pada Tuhan sampai titik terakhir. Setelah lulus ujian Tuhan mengutus Elia ke Sarfat. Sarfat artinya tempat peleburan. Dari Sungai Kerit di kerat, sekarang ke Sarfat (masuk ke tempat peleburan), maksudnya masa persiapan Elia belum selesai. Elia mau dipakai oleh Tuhan, maka Elia perlu dipersiapkan. Seringkali pada saat menghadapi kejadian yang melelahkan, terdapat berkat tersembunyi yang Tuhan siapkan. Modal pendidik adalah pengalaman melewati kejadian yang tidak enak. Itu bisa menjadi harta pusaka bagi generasi selanjutnya.

 

Sarfat terletak di daerah Sidon. Kalau kita membaca bagian sebelumnya tentang kejahatan Raja Ahab, saat itu Ahab menikah dengan Izebel dan Izebel adalah anak dari Etbaal, Raja Sidon. Di sini ditekankan sekali bahwa Raja Etbaal menyembah baal, sehingga Sidon merupakan tempat di mana banyak orang yang menyembah Baal. Tuhan menyembunyikan Elia di Sidon dan Ia memiliki kuasa untuk melindungi Elia. Ini mirip dengan gambaran Musa yang ditempatkan Tuhan di istana Firaun. Tuhan ingin menunjukkan bahwa Elia menang bahkan di negeri Baal.

 

Tuhan menunjukan pemeliharaannya kepada Elia secara natural dan supranatural. Tuhan juga yang mencukupkan, Ia melihat dan memelihara. Tuhan memakai seorang janda yang miskin untuk mencukupkan kebutuhannya di Sarfat. Waktu Elia dipertemukan dengan Janda dari Sarfat tersebut, ia meminta makanan untuk menghilangkan rasa laparnya sesuai dengan perintah Allah. Janda pada saat itu sedang merasa hopeless atau kehilangan pengharapan. Karena Ia hanya memiliki sedikit tepung dan minyak dalam buli-buli. Bila ia menolong Elia, maka tidak ada lagi yang dapat dimakan oleh Janda dan anaknya. Anak-anak muda, pakailah seluruh tubuhmu melayani Tuhan. Kamu mungkin hanya mempunyai sedikit ‘tepung’, tetapi melalui itu kamu bisa dipakai untuk menjadi berkat. Tuhan bekerja dalam hati janda ini dan ia bersedia untuk menolong Elia. Tuhan tidak saja mencukupkan kebutuhan Elia tetapi Ia juga mencukupkan kebutuhan Janda tersebut dengan memberikan tepung dan minyak yang tidak pernah habis dalam buli-buli tersebut.

 

Seringkali ketika waktu yang melelahkan atau menakutkan, itu merupakan berkat Allah yang tersembunyi. Tuhan dapat memakai apa yang ada dan memakai siapa saja untuk melakukan pekerjaan-Nya dalam kehidupan kita. Kesulitan itu bila dilewati akan pahit rasanya, tetapi jika kita menang melewatinya itu akan menjadi harta bagi kehidupan kita yang dapat diajarkan kepada generasi berikutnya. Setiap kesulitan yang pernah kita lewati akan menjadi mutiara bagi kehidupan bila kita berserah kepada Tuhan. Dari kisah ini kita belajar untuk melayani Tuhan bagaimana pun keadaan kita. Karena ketika kita menyerahkan semuanya ke dalam tangan-Nya, semua dapat menjadi berkat bagi orang banyak. Inilah keindahan dari pekerjaan Tuhan. Kita yang membutuhkan pertolongan, bisa dipakai oleh Tuhan untuk menolong orang lain. Ini mengajarkan kita untuk tidak sombong, karena itu adalah campur tangan Tuhan. Walaupun kita memiliki sedikit tepung atau minyak berikanlah itu kepada Tuhan walaupun kita mempunyai keterbatasan. Ada saatnya kita dipanggil Tuhan untuk menjadi berkat walaupun kita merasa tidak kuat dan penuh kelemahan serta ketidakcukupan. Kita dapat melihat pemeliharaan Tuhan setiap harinya. Tuhan memberikan sedikit demi sedikit sesuai dengan kedaulatan pemeliharaan Tuhan. Yang harus kita tanam di dalam hati kita bahwa kita tidak perlu takut karena kekurangan kita. Pemeliharan Tuhan akan ada setiap harinya.

 

Anak dari Janda ini mati dan janda itu mempertanyakan apakah kedatangan Elia menyebabkan anaknya mati. Hati Elia sangat hancur. Saat ia diminta Allah untuk ke Sarfat untuk membuat kebangunan, tetapi malah petaka terjadi bagi orang yang telah menolongnya. Tetapi Elia memiliki hati yang lembut. Ia berdoa kepada Tuhan dengan mempertanyakan kemalangan yang diterima Janda itu. Elia tidak membantah dan membela diri atas kejadian pada janda itu. Melihat hal ini, janda itu sadar bahwa Tuhan bekerja dalam hidupnya. Elia berseru dan Tuhan menjawab doa Elia. Melalui mukjizat Tuhan, kisah ini berakhir pada tanda Tuhan atas Janda itu. Ia menyadari bahwa Elia adalah Nabi Allah dan yang dikatakan Elia itu benar.

 

Kadang-kadang Tuhan bekerja di jalan-jalan kesulitan agar kita melihat kemuliaan Allah. Janganlah kita menyerah dan putus asa tetapi kita harus membawa semua beban kita kepada Tuhan dan tetap berharap, beriman dan meminta penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita.

 

Tuhan meminta kita untuk bersaksi bagi-Nya. Kita harus melihat kesulitan-kesulitan untuk melakukan pekerjaan tangan Tuhan. Namun, lepas dari kelaparan ini bukan menyatakan ujian Elia telah selesai. Elia masih memiliki ujian babak terakhir yang lebih besar yakni siap bertarung di Karmel dan kesulitan yang baru mulai muncul. Elia tetap percaya Tuhan akan memampukannya.

 

Ringkasan oleh YP & TG

 


 

Ibadah Gabungan Sekolah Kristen Calvin dan Sekolah Kristen Logos

Rabu, 5 Mei 2021

 

ELIA DAN MUKJIZAT DI SARFAT
dibawakan oleh Pdt. Ivan Kristiono

 

Kanal Youtube SekolahKristenCalvin
https://youtube.com/SekolahKristenCalvinJakarta

 

#IbadahGabungan

#SekolahKristenCalvin

#SekolahKristenLOGOS

#SekolahKehidupan

#MembentukHati

#MemperbaruiAkalBudi

#MenanamkanTanggungJawab

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//
//
Admin

Tim dukungan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!