MENGAPA Memilih SKC?

blank
DSCF5129-e

Mengapa Memilih SKC?

Dari sekian banyak pilihan sekolah di Jakarta, mengapa harus pilih Sekolah Kristen Calvin? Pertama-tama, Sekolah Kristen Calvin didirikan bukan untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lain dalam memperebutkan calon siswa sebanyak mungkin. Sekolah ini didirikan sebagai perwujudan panggilan untuk mengerjakan pelayanan gereja dalam bidang pendidikan. Sekolah ini didirikan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong dengan visi: “terbentuknya karakter Kristiani yang beriman, berilmu, dan berperasaan tanggung jawab sebagai penerus bangsa.” Dengan visi tersebut, Sekolah Kristen Calvin mengupayakan pendidikan yang difokuskan pada pembentukan karakter siswa.

Dalam mewujudkan visi tersebut, Sekolah Kristen Calvin mengadopsi pandangan Pdt. Dr. Stephen Tong mengenai empat pilar dalam pendidikan, yaitu guru, kurikulum, murid, dan fasilitas. Pertama, sekolah ini sangat serius mempersiapkan guru yang akan mengajar, meskipun memulai dari fasilitas nol. Hal ini dilakukan dengan pemahaman bahwa guru adalah komponen paling penting dalam pendidikan. Kedua, kurikulum Sekolah Kristen Calvin mengintegrasikan iman Kristen sebagai fondasi dalam pengajaran ilmu, pembentukan karakter, dan penanaman semangat kebangsaan pada murid. Ketiga, murid-murid Sekolah Kristen Calvin dipersiapkan sebagai generasi penerus bangsa. Keempat, fasilitas terus ditambahkan, walaupun kami tetap menekankan peran guru sebagai yang yang utama dalam Sekolah Kristen Calvin. Itulah pandangan filosofis yang senantiasa dipegang Sekolah Kristen Calvin dalam menyelenggarakan pendidikan karakter.

Sekolah Kristen Calvin menyiapkan hal-hal berikut untuk mencapai visi sekolah dalam pembentukan karakter murid:

1. Wawasan Reformed Injili sebagai dasar bagi Sekolah Kristen Calvin
Sekolah Kristen Calvin didirikan di bawah Gereja Reformed Injili Indonesia. Oleh karena itu, Sekolah Kristen Calvin memegang wawasan Reformed Injili sebagai dasar bagi Sekolah Kristen Calvin. Wawasan ini mempunyai semangat untuk kembali kepada ajaran murni dari Alkitab dan juga semangat untuk membawa jiwa kepada Kristus.

2. Guru yang berkualitas dan mempunyai visi sejalan dengan visi Sekolah Kristen Calvin
Guru-guru Sekolah Kristen Calvin direkrut dengan sangat menekankan kesamaan visi dalam pembentukan karakter murid. Tentu saja, guru-guru juga direkrut dengan memperhatikan panggilan mereka baik dalam mengajar maupun dalam bidang ajar yang digeluti.

3. Komunitas pembelajar
Guru-guru Sekolah Kristen Calvin membangun suatu komunitas untuk saling belajar. Dalam komunitas yang mau terus belajar ini, guru-guru saling mendorong untuk terus maju dalam berbagai ilmu khususnya dalam bidang yang diajarkan. Beberapa guru Sekolah Kristen Calvin mengambil studi lanjutan pada tingkat magister dan doktor untuk memperdalam ilmu yang dikuasai yang pada akhirnya dapat dibagikan kepada murid-murid.

4. Kurikulum  yang mengintegrasikan pendidikan agama Kristen, karakter, kebangsaan, serta keilmuan lain yang berkualitas
Sekolah Kristen Calvin berupaya membangun kurikulum yang mengintegrasikan iman Kristen dan ilmu pengetahuan bukan hanya sekadar menambahkan beberapa pandangan Kristen dalam ilmu pengetahuan. Sekolah Kristen Calvin berupaya menjadikan iman Kristen sebagai suatu dasar dan cara pandang dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Selain itu, Sekolah Kristen Calvin tidak hanya menekankan kemampuan akademik dari murid, tetapi juga menekankan, bahkan dengan porsi yang lebih intens, pembentukan karakter. Sekolah Kristen Calvin mengutamakan karakter dibandingkan talenta, meskipun keduanya dikembangkan di Sekolah Kristen Calvin. Sekolah Kristen Calvin juga menanamkan semangat kebangsaan pada murid dengan suatu pandangan bahwa Allah tidak kebetulan menempatkan kita lahir sebagai warga negara Indonesia. Sebagai bagian dari NKRI, selayaknya setiap siswa diperlengkapi dengan suatu sikap yang benar yang tidak apatis terhadap negara.

5. Komunitas kekeluargaan
Sekolah Kristen Calvin, dalam visinya membentuk karakter murid dan mengupayakan terciptanya komunitas kekeluargaan yang saling mengasihi sebagai bagian dari Kerajaan Allah. Mengapa perlu demikian? Sekolah Kristen Calvin memahami bahwa murid harus dipersiapkan menjadi bagian dari komunitas gereja yang seyogianya saling mengasihi. Oleh karena itu, Sekolah Kristen Calvin dijalankan sebagai komunitas guru, staf, dan murid yang mau saling mengasihi.

6. Lingkungan belajar yang disiplin dan kondusif
Dengan komunitas kekeluargaan yang diupayakan di Sekolah Kristen Calvin, diharapkan lingkungan Sekolah Kristen Calvin menjadi lingkungan yang kondusif bagi murid untuk belajar. Tentu saja, Sekolah Kristen Calvin juga menerapkan disiplin yang mempertimbangkan karakter Allah yang adalah adil dan kasih sehingga dengan demikian murid dapat bertumbuh dalam karakter yang baik.

7. Perpustakaan dengan koleksi yang lengkap
Sekolah Kristen Calvin mempunyai komitmen untuk menghadirkan buku-buku yang berkualitas dalam perpustakaannya. Perpustakaan adalah fasilitas Sekolah Kristen Calvin yang mendapatkan prioritas untuk selalu diperlengkapi sebagai sarana yang prima. Setiap tahun Sekolah Kristen Calvin menganggarkan dana yang cukup besar untuk membeli buku-buku untuk menambah koleksi perpustakaan.

8. Sarana dan prasarana pendidikan yang baik
Sekolah Kristen Calvin tidak memprioritaskan fasilitas dalam penyelenggaraan pendidikan. Namun, bukan berarti Sekolah Kristen Calvin sama sekali tidak mengembangkan fasilitas yang baik. Sekolah Kristen Calvin berupaya untuk menyediakan fasilitas yang memadai sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Namun, Sekolah Kristen Calvin tetap memengang teguh pandangan bahwa yang paling utama adalah guru-guru yang berkualitas dan mempunyai hati untuk mengajar dan mendidik murid-murid yang dipercayakan Allah di Sekolah Kristen Calvin.