Mengapa Sekolah Kristen?

Seminar Orang Tua dan Guru
Pdt. Ivan Kristiono

 

Perspektif luar mengatakan bahwa Sekolah Kristen itu modern, disiplin dan inovatif. Hal tersebut benar, namun yang terpenting adalah perspektif dari dalam di mana orang-orang Kristen memandang sekolah kristen itu sendiri.

Terdapat 5 pendekatan pendidikan kristen yang dikutip dari jurnal Pro Rege yang ditulis oleh Derek Schuurman.

  1. 1.       Dualism

Pertama adalah pendidikan kristen itu pendidikan yang dualis. Pandangan ini melihat adanya perbedaan anatara urusan akademis dengan urusan rohani. Urusan akademis (yang berhubungan dengan otak) adalah sekuler dan bersifat netral, sedangkan urusan hati atau hal-hal rohani adalah urusan Tuhan. Maka dari itu muncullah pemikiran bahwa tidak harus semua guru memeluk agama Kristen, yang terpenting adalah guru agamanya yang Kristen. Kemudian untuk menambah esensi kekristenannya maka sekolah menambahkan kegiatan seperti chapel, pelajaran Alkitab, doa bersama, dan sebagainya. Sekolah seperti ini tidak sepenuhnya salah, karena tetap ada Injil yang diberitakan (selama pemberitaan Injil tersebut benar dan sesuai Firman Tuhan). Namun, hal tersebut dapat dikerjakan juga oleh sekolah-sekolah non-Kristen. Misalnya, adanya persekutuan mahasiswa di kampus-kampus umum, dan sebagainya. Sehingga keunikan Sekolah Kristen itu menjadi tidak terlihat. Kemudian, masalah lainnya adalah Alkitab menyatakan tidak ada yang netral seperti pandangan dualis ini nyatakan. Banyak hal yang telah mempengaruhi manusia dengan asumsi-asumsi yang mereka miliki, sehingga manusia memiliki cara pandang atau worldview-nya masing-masing. Sebagai orang Kristen seharusnya dapat melandaskan worldview-nya dengan Firman Tuhan, sehingga ketika mengajar (sebagai tenaga pendidik) atau memberi saran dapat memberikan pemahaman yang sejalan dengan Firman Tuhan.

  1.       Christian Character & Christian Community

Kedua adalah pendidikan kristen mementingkan adanya Christian Character and Christian Community. Sekolah-sekolah Kristen yang seperti ini adalah sekolah yang mau ikut turun tangan dengan masalah yang berkaitan dengan perilaku muridnya terlepas dari keberadaan murid tersebut (dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah). Oleh karena itu, diharapkan guru-guru dan staff adalah orang Kristen, sehingga tidak hanya guru BP yang menangani anak-anak yang memiliki masalah melainkan guru-guru juga dapat melakukan pendekatan secara Kristen kepada murid-muridnya (memberi nasehat, bimbingan, dan sebagainya). Guru tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik saja melainkan juga sebagai pembimbing rohani bagi murid-muridnya. Dengan adanya Christian Character and Christian Community, sekolah memiliki lingkungan yang aman dan penuh dorongan untuk anak sehingga seringkali orangtua memilih Sekolah Kristen yang seperti ini.

  1.       Spiritualized

Ketiga adalah pendekatan spritualized, di mana Sekolah Kristen seluruh pengajarannya berpusat pada Kitab Suci. Pendekatan ini adalah pendekatan yang menyandingkan materi yang diajarkan dengan salah satu cerita atau ayat-ayat Alkitab dan memahami pelajaran/teori-teori dari perspektif Kristen. Oleh karena itu tidak bisa lagi guru-guru yang mengajar bukan orang Kristen. Namun, banyak Sekolah Kristen yang masih “kasar” dalam menyandingkan materi yang diajar dengan cerita atau ayat-ayat di Alkitab.

  1.       Biblicism

Keempat adalah Biblicism. Konsep ini mencoba mengaitkan materi dan kitab suci. Semua pengetahuan bersumber dari kitab suci. Namun terdapat masalah yaitu biblicism menyatakan bahwa alkitab adalah satu-satunya (Solo Scriptura) yang bisa digunakan dalam pendidikan. Hal tersebut membuat orang menjadi tertutup dan tidak terbuka kepada keluasan pengetahuan.

  1.       Christian Worldview & Spiritual Formation

Kelima adalah Christian Worldview and Spiritual Formation. Dalam pendekatan ini Alkitab dipandang penting, namun bukan menjadi satu-satunya sumber untuk dapat memahami sains. Alkitab menjadi cara pandang dan fondasi bagi kita untuk memahami kehidupan dan kisah kitab suci menjadi peta dalam kita menjalani kehidupan.

Ringkasan khotbah oleh SM & TG

 


 

Jumat, 21 Januari 2022
pk. 16.00

Sekolah Kristen Calvin
https://www.youtube.com/c/SekolahKristenCalvinJakarta/
Sekolah Kristen LOGOS
https://www.youtube.com/c/SekolahKristenLOGOS/

————
#SekolahKristenCalvin
#SekolahKristenLogos
#SekolahKehidupan
#MemperbaruiAkalBudi
#MembentukHati
#MenanamkanTanggungJawab
#SOTG
#SeminarOrangTua
#SeminarGuru

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//
//
Admin

Tim dukungan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!