Mengawali dengan Semangat Baru

Ibadah Gabungan Juli 2021 
Pdt. Calvin Bangun

 

 

Melewati sesuatu itu suatu hal, menjalani sesuatu dengan semangat itu hal yang lain. Apakah kita menjalani tahun ajaran ini dengan semangat atau dengan kelesuan?

Nehemia 2:11-18

Pembangunan kembali tembok Yerusalem sudah dimulai pada masa Raja Artahsasta, tetapi musuh-musuh Yehuda menyebarkan rumor bahwa pembangunan ini adalah rencana bangsa Yehuda untuk memberontak. Raja Artahsasta menyuruh untuk menghentikan proyek ini, sehingga proyek ini terbengkalai selama 12 tahun.

Tembok Yerusalem mempunyai arti penting bagi kota Yerusalem. Yerusalem belum bisa dikatakan sebuah kota jika belum ada temboknya. Sebuah kota belum bisa dikatakan sebuah kota jika belum ada temboknya.

Pada zaman Raja Salomo sampai Raja Yehuda, kita bisa membayangkan kemegahan kota ini. Tetapi pada zaman Nehemia, kondisi kota ini sangat menyedihkan. Pintu-pintunya terbakar dan temboknya telah runtuh. Ini sangat kontras dengan keadaan sebelumnya. Bisa dikatakan kota Yerusalem bagaikan kota mati, kemegahannya hanya tinggal kenangan.

Kota itu mengasumsikan kehidupan yang nyaman. Itulah mengapa orang-orang melakukan urbanisasi. Tetapi bagaimana jika kota yang dituju tidak ada tembok? Mereka akan merasa terancam setiap malam. Penduduknya ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela.

Sejak dahulu Allah memiliki rencana besar terhadap kota Yerusalem. Allah menyatakan kuasa-Nya ke seluruh dunia melalui kota ini. Itulah kenapa Tuhan berkenan terhadap Yerusalem, karena Tuhan ingin menyatakan kemuliaan-Nya bagi seluruh dunia. Ketika Yesus menyebut gereja sebagai terang dunia (Mat 5), “Kamulah terang dunia, kota di atas bukit.” Yesus memparalelkan terang dunia dengan kota di atas bukit. Kota yang dimaksud Tuhan Yesus adalah kota Yerusalem. Yerusalem terletak di bukit Sion, dan diasumsikan kota itu menerangi kota-kota yang ada di bawah. Selayaknya mercusuar, kapal-kapal yang ada di laut mengharapkan terang dari mercusuar.

Allah tidak ingin membiarkan Yerusalem terus terbengkalai, tetapi Ia ingin memulihkan Yerusalem. Bagaimana? Ia mengerahkan Nehemia untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Tanpa tembok, Yerusalem bukanlah kota, dan tanpa kota Yerusalem, bangsa Yehuda tidak memiliki identitas. Membangun kembali kota Yerusalem, berarti membangun kembali identitas bangsa Yehuda.

Selama di Persia, Nehemia sudah mendengar apa yang terjadi di Yerusalem, tetapi ketika ia datang ke Yerusalem, ia melihatnya sendiri. Perhatikan perbedaan ‘melihat’ dan ‘mendengar’. Di Persia ia mendengar adanya puing-puing di Yerusalem, di Yerusalem ia langsung melihat puing-puing itu. Segala sesuatu ketika didengar itu mudah, tetapi berubah ketika sudah melihat. Itu sebabnya kita sulit untuk melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), karena kita hanya mendengar. Apalagi ketika yang mengajar mematikan video. Siswa mematikan video, guru mematikan video, maka kita hanya bisa mendengar. Reruntuhan itu menjadi kelihatan nyata bukan hanya didengar, bahwa kota itu sudah sangat menyedihkan.

Seringkali kita menjadi malas karena kita melihat puing-puing yang bertebaran. Ketika kita memulai sesuatu di tempat yang kosong itu lebih mudah. Semangatnya ada. Tetapi kita mau memulai sesuatu ditimbunan sampah, itu susah. Kita malas untuk memulai, karena tidak bisa langsung memulai, harus beresin dulu. Itu sebabnya orang-orang malas membereskan kamar. Tetapi kalau disuruh mengisi kamar yang kosong, mungkin lebih semangat.

Dalam situasi PJJ ini, siswa yang rajin menjadi malas, dan siswa yang malas pun menjadi semakin malas. Banyak siswa yang tidak antusias mengerjakan tugas, bersembunyi dibalik kamera. Kenapa? Karena kita belajar di tengah puing-puing pandemi ini. Kita hanya belajar di depan layar terus menerus. Pergumulan ini tidak hanya dihadapi oleh siswa, tetapi juga guru dan orang tua. Setahun lalu kita memulai PJJ ini, dan tahun ini kita memulai hal yang sama. Kita mungkin sudah merasa lelah, tetapi kita tidak ada pilihan lain. Tidak mungkin kita tidak sekolah.

Nehemia memulai pekerjaannya. Ia melihat puing-puing tetapi ia tidak kehilangan semangat. Nehemia adalah orang yang penuh dengan semangat meskipun tembok-tembok runtuh dan ada musuh-musuh di sekitarnya. Kenapa? Karena ia tidak melihat keadaan dengan matanya, tetapi dengan visi yang diberikan oleh Tuhan. Ia datang ke Yerusalem bukan karena ambisinya, tetapi karena visi dari Allah (ayat 12).

Nehemia tidak sendirian, ia membutuhkan kerjasama dari semua bangsa Yehuda. Pada pasal 3, baru seluruh penduduk Yerusalem membangun tembok Yerusalem. Sudah 12 tahun berlalu, tidak ada satupun inisiatif penduduk untuk membangun Yerusalem. Mengapa? Pertama, takut: pembangunan itu dihentikan oleh Artahsasta, siapa yang berani melawan raja? Kedua, nyaman: ada tembok tidak ada tembok tidak ada bedanya, tidak ada pengaruh bagi mereka karena mereka sudah nyaman dengan kehidupan mereka. Bagaimana Nehemia mengajak mereka untuk membangun Yerusalem? Dengan membagikan visi Allah kepada penduduk Yerusalem (ayat 17). Setelah mereka mendengar visi itu, dengan sekuat tenaga mereka mulai membangun tembok Yerusalem. Visi itu membuat mereka bersemangat.

Saudara-saudara sekalian, PJJ ini mungkin membuat kita menjadi malas, apakah kamu tidak malu? Banyak orang tidak bisa mengikuti pembelajaran online. Sedangkan kamu mendapatkan kesempatan bisa belajar, tetapi kamu malas.

Maka jangan kita menangisi puing-puing ini. Pandemi ini jangan ditangisi, jangan dipermasalahkan. Mari kita seperti Yerusalem, siap untuk membangun. Visi Allah membuat kita melihat keadaan yang sama dengan cara yang baru. Visi tidak berubah, tetapi cara melihatnya baru: Paulus melihat pemenjaraannya di Roma sebagai kesempatan injil di dengar oleh istana, Yesus melihat orang buta sejak lahir sebagai sarana Allah dipermuliakan, Habakuk melihat bangkitnya Babel sebagai kesempatan di mana bumi akan dipenuhi oleh kemuliaan Allah seperti air menutupi dasar lautan. Mari kita meminta Allah untuk melihat pandemi ini dengan cara yang baru. Pandemi ini tidak bisa menggagalkan kehendak Allah di bumi. Berhenti melihat segala sesuatu melalui diri kita, belajar segala sesuatu mengenai Allah. Apa kehendak Allah bagimu dalam kondisi seperti ini? Apa rencana Allah yang akan digenapi melalui situasi saat ini? Dan, di mana bagianmu?

Ringkasan oleh TLG.

 


 

Ibadah Gabungan Sekolah Kristen Calvin dan Sekolah Kristen Logos
Rabu, 14 Juli 2021

MENGAWALI DENGAN SEMANGAT BARU
dibawakan oleh Pdt. Calvin Bangun

 

Kanal Youtube SekolahKristenCalvin
https://youtube.com/SekolahKristenCalvinJakarta/

Sekolah Kristen LOGOS
https://www.youtube.com/c/SekolahKristenLOGOS/

 

#IbadahGabungan

#SekolahKristenCalvin #SekolahKristenLOGOS

#SekolahKehidupan #MembentukHati

#MemperbaruiAkalBudi #MenanamkanTanggungJawab

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//
//
Admin

Tim dukungan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!