Pendidikan Kristen dan Teori-Teori Pendidikan yang Populer

Seminar Orang Tua dan Guru
Pdt. Ivan Kristiono

 

Pendidikan Tipe 1:

Maturasi (Nicholas Wolterstoff): Pendidikan dengan tujuan untuk membawa anak-anak ke dalam kedewasaan. Maksud anak yang dewasa adalah sehat secara mental dan bahagia, jika hasrat, keinginan, minat dan motivasinya terpuaskan (menggali potensi dan eksplorasi dengan maksimal). Dalam hal ini, sekolah sangat diperlukan agar potensi murid-murid termanifestasi.

Problem: Anak tidak bahagia, pendidikannya gagal. Muncul bukan dari internal, tetapi dari eksternal yang memaksa. Maka pendidikan tidak boleh ada paksaan, nanti anak tidak bahagia dan terganggu mentalnya. Lingkungan pendidikan harus bersifat permisif, sehingga anak bisa mengekspresikan dirinya.

Pendidikan Klasik: Dari universal, ikut subjek pelajaran.

Pandangan Russeau: Dari dalam diri anak (child centre). Tertarik pada anak dan bukan subjeknya. Subjek yang mengikuti hasrat dan minat anak, bukan sebaliknya. Konten hanya latihan untuk mendewasakan, yang penting proses penggalian anak.

Metode disiplin yang dipakai selama berabad-abad dalam pendidikan karakter, dianggap menghancurkan bagi pandangan Maturasi.

Alkitab: Dewasa yaitu ketika bisa self control, memahami baik dan jahat, berkorban bagi yang lain, memilih dengan bijak, mengerti kehendak Tuhan, dan ini harus diajari sedini mungkin.

 

Pendidikan Tipe 2:

Sosialisasi (Emile Durkheim): Menginduksi anak ke dalam masyarakat dan membuat mereka berfungsi dan berkontribusi kepada masyarakat. Anak-anak dididik untuk mengerti aturan masyarakat. Tidak fokus kepada kebahagiaan dan mental pribadi, tetapi kebahagiaan masyarakat.

Yunani: Pendidikan Paideia (bukan hanya belajar di kelas, tetapi segala bentuk akulturasi budaya yang diterapkan dalam keseharian). Plato: Paideia untuk perubahan, murid-murid mengenal kebaikan tertinggi (agathon), sehingga nanti mereka berubah dan dimasukkan menjadi pemimpin polis.

Anak bukan hidup untuk dirinya sendiri, tetapi harus berkontribusi kepada masyarakat sebagai warga manusia yang memiliki tradisi dan kebudayaan yang luhur yang perlu dipelajari. Pendidikan Kristen: memanusiakan manusia, bukan mendidik seperti robot. Pam Paideia (Universal education, pendidikan untuk semua, untuk memanusiakan manusia). Belajar banyak sudut pandang, buka hanya satu saja.

Ada aspek yang hilang:

  1. Pendidikan sosialisasi menghilangkan interest dan kreativitas.
  2. Kekritisan melihat masyarakat justru hilang. 

Teori Konstruktivisme (Dewey): Mengonstruksi pikiran dari setiap teori, diuji, dipikirkan kembali, bukan sekedar pemberian konten saja. Di dalam ini, proses lebih penting, bukan jawaban akhir. Pendidikan harus bersifat problem-solving, inquiry (belajar dimulai dari pengalaman). Ini baik untuk menggali minat anak, namun hanya salah satu fungsi dari pengetahuan, dan bisa jatuh pada pragmatisme. 

Ringkasan khotbah oleh YA.

 


 

Seminar Orang Tua dan Guru Sekolah Kristen Calvin & Sekolah Kristen Logos (@sekolahkristenlogos)

PENDIDIKAN KRISTEN DAN TEORI-TEORI PENDIDIKAN YANG POPULER
Pembicara: Pdt. Ivan Kristiono

Jumat, 18 Februari 2022
Pkl. 16.00 WIB

Sekolah Kristen Calvin
https://www.youtube.com/c/SekolahKristenCalvinJakarta/

Sekolah Kristen LOGOS
https://www.youtube.com/c/SekolahKristenLOGOS/
————
#SekolahKristenCalvin
#SekolahKristenLogos
#SekolahKehidupan
#MemperbaruiAkalBudi
#MembentukHati
#MenanamkanTanggungJawab
#SOTG
#SeminarOrangTua
#SeminarGuru

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//
//
Admin

Tim dukungan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!