The 5 Love Languages, Are They True?

Seminar Orang Tua dan Guru November 2020
Pdt. Ivan Kristiono

 

5 Bahasa Kasih yang diambil dari buku karya Gary Chapman, apakah biblikal?

 

Prinsip dasar dari teori Gary Chapman yaitu orang cenderung menunjukkan kasih kepada orang lain dengan cara yang sama mereka ingin menerimanya. Jika orang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan atau memberi apa yang diinginkan orang lain, akan menimbulkan keretakan dalam relasi. Jika saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan, maka saya tidak akan merasa dicintai. Maka, menurut Chapman, kita perlu mempelajari 5 macam ekspresi/bahasa cinta:

1. Word of affirmation: Orang yang merasa dicintai melalui kata-kata seperti pujian, motivasi, kekuatan, surat, puisi, dsb.

2. Quality time: Orang yang merasa dicintai ketika orang lain menyediakan waktu baginya.

3. Gift: Orang yang merasa dicintai ketika diberikan hadiah pemberian.

4. Act of service: Orang yang merasa dicintai ketika ada yang melakukan hal sederhana yang menunjukkan dia itu penting. Contohnya menolong, menyediakan, melindungi, dsb.

5. Physical touch: Orang yang merasa dicintai melalui sentuhan seperti pelukan, tepukan, dsb.

 

Buku ini berhasil menunjukkan kelemahan kita di dalam mengasihi orang lain, yaitu kita seringkali memberikan cinta kasih tanpa mempertimbangkan minat  atau isi hati dari orang lain. Buku ini menunjukkan bahwa setiap orang mempunyai ekspresi cinta yang berbeda-beda. Apa yang menurut kita penting, belum tentu menurut yang lain itu penting. Seorang filsuf bernama Levinas, mengatakan bahwa kita itu cenderung melihat orang lain sebagai diri kita yang kita proyeksikan kepada yang lain. Kita lupa bahwa kita semua itu berbeda. Ini juga merupakan kelemahan guru, karena guru suka mengajar dan mengajar apa yang disuka saja, tidak peduli anak-anak butuhnya apa. Dari sini lah, teori Chapman ini, kita diminta untuk melihat bahasa orang lain supaya kita mengasihi dia dengan penuh perhatian, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi orang tersebut. Maka kita perlu memperhatikan kepentingan orang lain. Ini merupakan nasihat tidak egois. Namun, kita perlu mempelajari dengan benar, karena jika tidak, 5 bahasa kasih bisa menjadi 5 bahasa nafsu (5 lust languages). Kritik tajam ini saya ambil dari almarhum David Powlison, jika todak hati-hati, maka prinsip dasar dari teori ini bisa masuk kepada: saya memberi sesuatu, saya memahami orang lain, saya memberikan cinta kasih, supaya saya bisa menerima kembali apa yang saya butuhkan. Di sini sudah berubah, dari cinta kasih Kristen menjadi transaksi cinta.

Di tambah lagi mengenai teori Chapman mengenai tangki kasih yang kosong. Dia mengatakan bahwa di dalam diri seseorang ada tangki kasih. Jika ada tangki kasih yang kosong, bocor, maka akan menimbulkan masalah. Ini merupakan teori yang baik. Orang melakukan kekerasan, memberontak, berbuat jahat, itu karena tangki kasihnya kosong. Tetapi masalahnya adalah, siapa yang harus mengisi? Dan benarkah sumber kejahatan adalah tangki yang kosong itu? Dan sewaktu tangki kasih yang bocor itu ditutup dan diisi, otomatis dia akan membalas? Maka solusinya dari segala kejahatan adalah mengisi tangki yang kosong maka semua kejahatan akan hilang?

 

Ketika kita memberi atau memahami orang lain itu memang untuk mereka, itu yang diajarkan kitab suci. Tetapi jika kita memberi dengan harapan mendapatkan balasan, itu merupakan investasi ekonomi. Evil desire itu tidak selalu dari yang lain, evil desire bisa ada di dalam diri kita. Agustinus mengatakan bahwa Ia jatuh ke dalam dosa karena memang ia seorang pendosa, ia tidak kekurangan kasih, orang tuanya sangat mengasihinya. Tidak tentu, orang jahat adalah orang yang kurang kasih. Anak-anak nakal itu kurang kasih, tangki kasihnya kosong, diisi tangkinya maka nanti tidak nakal lagi, belum tentu. Jika semua di dunia seperti teori ini, dan semua masalah itu bisa diatasi, maka anak-anak itu tidak memerlukan Yesus Kristus. Darah-Nya, pengorbanan-Nya, kayu salib, pertobatan, menjadi tidak perlu lagi. Penuhi kebutuhannya maka dia akan memenuhi kebutuhanmu. Itu adalah impian yang kosong dan bukan pengharapan orang Kristen. Jika tidak hati-hati, maka 5 bahasa kasih bisa menjadi 5 bahasa nafsu.

 

Memenuhi tangki kasih tidak tentu menyelesaikan masalah. Seorang anak yang nakal diisi tangki kasihnya sehingga tidak lagi nakal, tidak. Anak itu harus mengalami banyak proses yang panjang, pengorbanan Kristus, pertobatan, dsb. Gary Chapman mempunyai banyak teori yang membantu, tetapi jangan menggunakan teori ini untuk melihat natur manusia, karena itu tidak sama. Permasalahan manusia bukan pada tangki kasih yang kosong. Kristus dan bukan kita yang harus mengisi tangki itu. Kita akan kecewa jika kita mencari pemenuhan yang hanya diisi oleh Tuhan saja. Ketika hatimu dipenuhi oleh kasih Tuhan, cintailah yang lain. Kita harus belajar bertobat, belajar menerima cinta kasih, belajar memahami orang lain, menerima apa adanya. Alkitab mengajarkan bagaimana kita bereaksi saat bejana itu tidak diisi, ketika disindir, dicemooh. Sangat boleh kita mengasihi, memahami, memperhatikan orang lain. Tetapi tidak boleh kita mengharapkan sesuatu setelah mememberikan kasih itu.

 

Sumber segala sesuatu bukan dari kasih manusia, sumber kasih yang sejati berasal dari Tuhan, dan sumber dari permasalahan bukan dari tangki yang kosong tetapi dari dosa, dan pengharapan dari dosa adalah di dalam Kristus ada pertobatan dan pengharapan.

 

Ringkasan oleh TLG.


5 love languages, banyak diterima dan diaplikasikan dalam berbagai komunitas dan keluarga Kristen. Dipelajari sebagai prinsip komunikasi keluarga yang penting, dalam berbagai pembinaan pra nikah Kristen. Meski banyak membantu, jika tidak hati-hati 5 love languages bisa berubah menjadi 5 lust languages.

Bagaimana kita melihat hal ini dari perspektif Alkitab sehingga bisa menerapkan dengan benar?

 

Seminar Orang Tua dan Guru Sekolah Kristen Calvin dan Sekolah Kristen Logos
Sabtu, 21 November 2020

 

5 LOVE LANGUAGES, ARE THEY TRUE?
dibawakan oleh Pdt. Ivan Kristiono

 

Youtube SekolahKristenCalvin
https://youtube.com/SekolahKristenCalvinJakarta

Youtube Sekolah Kristen LOGOS (@sekolahkristenlogos)
https://www.youtube.com/c/SekolahKristenLOGOS

 


#IbadahGabungan
#SekolahKristenCalvin
#SekolahKristenLOGOS
#SekolahKehidupan
#MembentukHati
#MemperbaruiAkalBudi
#MenanamkanTanggungJawab

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//
//
Admin

Tim dukungan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!