Perpustakaan Comenius Sekolah Kristen Calvin

Ruang berkumpul buku-buku dan sumber-sumber pengetahuan yang luar biasa

Perpustakaan Comenius

Nama Comenius pertama kali ditetapkan sebagai nama Perpustakaan SKC dalam masa tata ulang ruang perpustakaan lt.12 tersebut. Ada beberapa nama lain juga, seperti "Marthurin Cordier" dan "Multatuli", sebelum akhirnya nama "Comenius" yang dipilih.


Comenius (Yohanes Amos Comenius/Komensky, 1592-1670) mendapat gelar kehormatan sebagai “Bapak Pendidikan Modern” karena sekitar 16 abad pelayan Firman, belum pernah ada seorang yang memusatkan seluruh usahanya pada pelayanan pedagogis. Pemikiran Comenius tentang pelayanan dan pelaksanaan pendidikan begitu mencolok.

Fasilitas

Total area Perpustakaan Comenius SMP-SMA lantai 6 sekitar 292 meter persegi. Di masing-masing ruang perpustakaan terdapat variasi fasilitas, misalnya: terdapat area membaca tenang, meja baca individu, meja baca berkelompok, sofa, bean bags, chromebook, OPAC (Online Public Access Catalog), boardgames.


per akhir tahun 2024, terdapat sekitar:

• 1.400 koleksi di KB-TK

• 11.200 koleksi di SD

• 7.400 koleksi di SMP

• 7.900 koleksi di SMA

• 420 koleksi di Perpustakaan Guru/Kurikulum

Koleksi yang tersedia dari pilihan guru serta persembahan dari komunitas SKC kiranya dapat relevan dengan proses belajar mengajar dan keseharian hidup di Sekolah Kristen Calvin.

Kegiatan & Program Perpustakaan

Bekolaborasi bersama guru masing-masing jenjang, ada berbagai kegiatan & program Perpustakaan Comenius SKC. Follow IG @perpust.comenius.skc untuk mengetahui berita terbaru!

Sejarah

Dimulai dari sebuah lemari buku sederhana, Perpustakaan Comenius di Sekolah Kristen Calvin kini telah mengumpulkan lebih dari 27.000 buku dan sumber belajar.


2008 - 2009 

Perpustakaan SMP Kristen Calvin dimulai bersamaan dengan dimulainya Sekolah Kristen Calvin (SKC) jenjang SMP pada tahun 2008 di gedung Kebudayaan, RMCI, Kemayoran. Dimulai dengan sebuah lemari buku dengan seorang guru yang merangkap tugas melayani peminjaman buku perpustakaan sekolah.

 2009 - 2011

Perpustakaan SKC berkembang seiring berkembangnya SKC dengan hadirnya jenjang SD & SMA pada 2009. Kini dengan sebuah ruangan di lt.2, Menara Calvin, RMCI, Kemayoran, Perpustakaan SKC melayani jenjang SD, SMP, SMA. Komunitas SKC (guru & orang tua siswa) bersama-sama melayani di bagian perpustakaan sekolah.

  2019 - 2023

Beradaptasi dengan perkembangan teknologi, Perpustakaan SKC mulai beralih dari sistem 2 kartu menjadi menggunakan berbagai uji coba sistem perpustakaan sekolah dalam jaringan lokal/internal sekolah. Ruang perpustakaan juga berkembang menjadi 2 lokasi terpisah, di lt.3 untuk Perpustakaan SD dan di lt.12 untuk Perpustakaan SMP-SMA.

Pada pertengahan tahun 2019, diadakan evaluasi perpustakaan sekolah dan dipertimbangkan juga perlunya SDM (Sumber Daya Manusia) yang berlatar belakang studi ilmu perpustakaan dengan harapan mampu mengelola layanan perpustakaan sekolah dengan lebih baik/lebih sesuai lagi.

Pada tahun 2020, Perpustakaan SKC juga beradaptasi dengan kondisi pandemi kala itu. Perpustakaan menyediakan layanan reservasi buku dari rumah dan diakses peminjaman/pengembaliannya secara terbatas dengan memenuhi protokol kesehatan.

Memasuki tahun ajaran 2021-2022, mulai dipersiapkan juga koleksi KB-TK dan Kurikulum/Guru. Pada akhir tahun 2021, Perpustakaan SKC juga mulai mengikuti program pemerintah di bawah naungan Perpusnas dan Dinas Pendidikan masing-masing jenjang untuk menindaklanjuti relaksasi akreditasi perpustakaan sekolah dengan skor maksimal C.

Pada akhir 2022, perpustakaan di lt.12 (SMP-SMA) juga dikembangkan sesuai bimbingan dan arahan pengawas SMA Jakarta Pusat kala itu supaya desain dan fungsi ruang perpustakaan lebih sesuai lagi untuk layanan perpustakaan sekolah.

Nama Comenius pertama kali ditetapkan sebagai nama Perpustakaan SKC dalam masa tata ulang ruang perpustakaan lt.12 tersebut. Ada beberapa nama lain juga, seperti Marthurin Cordier dan Multatuli, sebelum akhirnya nama Comenius yang dipilih.

Comenius (Yohanes Amos Comenius/Komensky, 1592-1670) mendapat gelar kehormatan sebagai “Bapak Pendidikan Modern” karena sekitar 16 abad pelayan Firman, belum pernah ada seorang yang memusatkan seluruh usahanya pada pelayanan pedagogis. Pemikiran Comenius tentang pelayanan dan pelaksanaan pendidikan begitu mencolok. ​


Comenius (Yohanes Amos Comenius/Komensky, 1592-1670) mendapat gelar kehormatan sebagai “Bapak Pendidikan Modern” karena sekitar 16 abad pelayan Firman, belum pernah ada seorang yang memusatkan seluruh usahanya pada pelayanan pedagogis. Pemikiran Comenius tentang pelayanan dan pelaksanaan pendidikan begitu mencolok.

Nama Comenius tidak terlalu dikenal orang pada umumnya. Salah satunya karena negara asalnya, Ceko, tidak terlalu menentukan politik di Eropa pada zamannya. Selain itu, Comenius bukanlah seorang warga Katolik Roma, pro-Luther, ataupun Calvinis. Comenius termasuk anggota Persaudaraan Morawi, yaitu komunitas yang memeluk tradisi iman Kristen keturunan rohani Yohanes Hus. Kaum Protestan Ceko (Bohemia & Morawi) menjadi warga yang ‘tidak bermakna’ dan otomatis prestasinya langsung terlupakan.

Pendidikan Comenius didasari atas teologi, pengalaman hidup sebagai warga negara Ceko, dan pemikiran analogis. Dasar teologi Comenius meliputi 6 tema, yaitu kedaulatan Allah, manusia, iman ‘mistis’, gereja, disiplin, dan Alkitab. Dasar pengalamannya menjadi pengungsi karena penindasan keagamaan yang terjadi di tanah airnya. Dasar analogisnya, Comenius ingin mengembangkan pendidikan berdasar proses alamiah bagaikan petani atau ahli pertukangan. Tiga dasar tersebut mendasari pandangan Comenius atas 6 isu abadi dalam pendidikan agama Kristen. Tujuan pendidikan itu sendiri, kehidupan sendiri yang adalah lingkungan yang luas bagi pendidikan hidup (sekolah kelahiran, sekolah bayi, sekolah kanak-kanak, sekolah remaja, sekolah pemuda, sekolah orang dewasa, dan sekolah lanjut usia), pengajar, pelajar, kurikulum, dan 10 asas metodologi mengajar Comenius.

Comenius juga memandang perlunya buku-buku yang dipersiapkan secara khusus untuk setiap kelas dan perpustakaan yang menjadi bagian sebuah keutuhan dari pengalaman bersekolah.  

Comenius melihat masalah-masalah abadi di bidang pendidikan dan memberikan anjuran-anjuran untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Ia dianggap sebagai pendidik pertama yang melihat keutuhan pelayanan pendidikan itu sejak manusia lahir sampai wafat.  

Daftar Pustaka:
Boehlke, Robert R.. 1996. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen: dari Yohanes Amos Comenius sampai perkembangan PAK di Indonesia. Jakarta: Gunung Mulia. 

  2023 - Hari ini

Pada pertengahan 2023, bagian perpustakaan sekolah juga turut bersiap-siap pindah ke gedung sekolah SKC di Sunter.

Di lantai 3 terdapat Perpustakaan Comenius KB-TK dan Perpustakaan Comenius SD

Di lantai 6 terdapat Perpustakaan Comenius SMP-SMA dan Perpustakaan Guru (Kurikulum)