SEJARAH SEKOLAH KRISTEN CALVIN

SEJARAH SEKOLAH KRISTEN CALVIN
Bapak Pdt. Stephen Tong menunggu cukup lama untuk mendirikan sekolah ini. Beliau sudah merintis agar ada orang-orang yang mau mempelajari teologi dan wawasan mengenai mandat budaya. Pada tahun 2003, beliau mengumumkan untuk mendirikan Sekolah Kristen Calvin (SKC). Sekitar 2006, beliau menunjuk Pdt. Ivan Kristiono (saat itu Ev. Ivan Kristiono) untuk menyiapkan calon-calon guru yang akan mengajar. Di dalam waktu satu tahun, Pdt. Ivan Kristiono membimbing dan menyiapkan puluhan calon guru. Akhirnya, pada 2008, Sekolah Kristen Calvin berdiri dengan permulaan yang sangat sederhana.

2008: 17 Keluarga Nekat
blankMemulai sebuah sekolah bukanlah perkara mudah. Pasti ada kecenderungan orang tua untuk memasukkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah yang sudah memiliki rekam jejak yang baik. Maka dapat dipastikan, memulai SKC merupakan suatu “mission impossible“. Sekolah swasta di Jakarta tak sedikit yang dikenal baik dan favorit. Sekolah negeri malah gratis, beberapa di antaranya favorit. Lantas siapa yang akan melirik sebuah sekolah yang disebut lebih mirip “tempat les” ketika awal-awal berdiri, menumpang di lantai 2 Gedung Kebudayaan, RMCI.

Namun, berkat Tuhan begitu besar atas SKC, Tuhan mengirimkan tujuh belas “keluarga nekat”, orang tua dan anak untuk menjadi pionir. Bersama dengan empat belas guru pada saat itu, SKC secara harfiah memulai dari nol. Pdt. Ivan Kristiono bercerita, ” Sekolah harus meminjam uang dari gereja untuk membeli kursi kuliah.”

Kenapa kursi kuliah? Supaya tidak perlu beli meja. Kas sekolah masih nol. Beli kursi kuliah pun harus pinjam dari gereja. Membayangkan langkah iman yang diambil oleh tujuh belas keluarga ini, tak lain tak bukan, ini adalah berkat Tuhan semata atas SKC.

2009: Di Tengah Padang Gurun, Tuhan Menurunkan Manna 
SKC dimulai dengan 17 anak kelas 7 SMP pada tahun 2008. Pada tahun 2009, jenjang SD dan SMA dirintis. Perintisan SD langsung dimulai dengan kelas 1 dan kelas 4. Membuka kelas 4 tentunya tidak semudah membuka kelas 1. Orang tua memasukkan anak ke kelas 1 pada suatu sekolah karena memang sudah menyelesaikan TK. Cukup banyak juga yayasan yang hanya mendirikan TK, sehingga ketika anak selesai dari TK tersebut, orang tua harus mencari SD dari yayasan yang berbeda. Namun, kelas 4 adalah lanjutan dari kelas 3. Membuka kelas 4, artinya harus ada minimal belasan orang tua yang memutuskan untuk memindahkan anak-anak mereka ke SD Kristen Calvin. Aneh tapi nyata, dalam 3 tahun pertama, Tuhan mencukupkan anak-anak yang masuk di kelas 4 untuk membuka masing-masing 1 kelas.

Tidakkah hal ini mengingatkan kita atas pemeliharaan Tuhan bagi bangsa Israel dengan menurunkan manna selama 40 tahun pengembaraan mereka di padang gurun. Selama empat puluh tahun, hingga mereka tiba di tanah yang didiami orang, sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan. Setelah itu, Tuhan tidak lagi menurunkan manna. Setelah 3 tahun pertama, Tuhan mengirimkan anak-anak yang masuk di kelas 4, di tahun keempat, tak satu pun anak yang mendaftar masuk di kelas 4. Namun, tentunya setelah 3 tahun, SD Kristen Calvin sudah memiliki 1 kelas anak-anak yang naik dari kelas 3 ke kelas 4. Berkat Tuhan cukup, bahkan di tanah gersang. Sungguh besar berkat Tuhan atas SD Kristen Calvin.

Berkat Tuhan di dalam perintisan SMA Kristen Calvin juga sangat besar. Belum ada lulusan dari jenjang SMP, SMA Kristen Calvin dapat menerima 40 siswa pada angkatan pertama. Setelah SD dan SMA berdiri, SKC pindah dari lantai 2 Gedung Kebudayaan dan menempati lantai 2 Menara Calvin. Banyak kenangan indah yang sering diceritakan oleh guru-guru, salah satunya mengenai kebersamaan di antara siswa-siswa SD, SMP, dan SMA karena menempati lantai yang sama.

2010: Prestasi Angkatan Pertama
Guru-guru perintis bukanlah pakar-pakar pedagogi. Semuanya berjuang untuk belajar bagaimana caranya mengajar. Ada yang bahkan menangis tak tahan menghadapi “aktif”nya angkatan pertama SMP Kristen Calvin. Namun, begitulah cara Tuhan memberkati SKC. Ternyata, keaktifan angkatan pertama ini disebabkan oleh kecerdasan dan kuriositas mereka yang luar biasa. Mereka begitu aktif bertanya selama pelajaran.

Salah satu siswa angkatan pertama SMP Kristen Calvin berhasil meraih medali perunggu dalam ajang OSN kala itu. Sungguh, ini adalah berkat Tuhan semata atas SKC.

Pada tahun 2010 juga, SKC pindah dari lantai 2 dan menempati lantai 3 dan 4 Menara Calvin. Lantai 3 ditempati oleh SD Kristen Calvin dan lantai 4 ditempati oleh SMP dan SMA Kristen Calvin.

2011: Kelulusan Angkatan Pertama SMP
Meluluskan angkatan pertama melibatkan kerja yang tidak sedikit. Guru dan siswa sama-sama berjuang dan diuji. Perjuangan ini tentunya berbuah manis dengan lulusnya angkatan pertama SMP Kristen Calvin.

Pada tahun ini juga, SKC mulai menempati lantai 3, 4, 11, 12, dan 13 Menara Calvin.

2012: Akreditasi, Kelulusan Angkatan Pertama SD dan SMA, dan PTN
Banyak hal yang bisa disyukuri dari tahun 2012. Mulai dari predikat akreditasi A yang diraih oleh SMP Kristen Calvin, kelulusan angkatan pertama SD dan SMA Kristen Calvin, serta diterimanya angkatan pertama SMA Kristen Calvin di perguruan tinggi negeri (PTN).

Mendirikan sekolah adalah satu hal. Namun, mendirikan sekolah yang mampu menghantarkan siswa-siswa masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia adalah hal yang sama sekali berbeda, mengingat kuota kursi perguruan tinggi negeri yang sangat terbatas.

Dengan perjuangan keras dan berkat dari Tuhan, empat siswa angkatan pertama SMA Kristen Calvin berhasil masuk ke Universitas Indonesia. Peristiwa ini menandai “tradisi” masuknya alumni SMA Kristen Calvin ke perguruan tinggi negeri.

Hingga Tahun Pelajaran 2020/2021, Tuhan terus menambahkan jumlah alumni SMA Kristen Calvin yang berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri.

2013: Akreditasi SD dan SMA
Pada 2003, SD dan SMA Kristen Calvin berhasil meraih predikat A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BANSM).

2014: Pembelian Tanah untuk Gedung Sekolah Kristen Calvin
SKC berupaya untuk menyiapkan gedung sekolah yang lebih baik bagi siswa-siswa untuk belajar dan mengembangkan diri. Oleh karena itu, pada 2014, sebidang tanah di daerah Sunter dibeli untuk menjadi tempat berdirinya gedung Sekolah Kristen Calvin.

Mulai 2014, SKC juga mulai menggunakan lantai 5 dan 10 dari Menara Calvin untuk mengisi kebutuhan ruangan yang terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah siswa.

2015-2017: Rancangan Arsitektur Gedung SKC dan Akreditasi Ulang
Pada 2015, Pdt. Dr. Stephen Tong menyelesaikan rancangan arsitektur awal untuk gedung Sekolah Kristen Calvin. Di tahun ini juga, sebagian alumni SMA Kristen Calvin telah menyandang gelar sarjana.

Pada 2016, SMP Kristen Calvin kembali meraih predikat A di dalam akreditasi. Sementara SD dan SMA Kristen Calvin berhasil mempertahankan predikat A pada 2017.

2018: Perayaan HUT ke-10 Sekolah Kristen Calvin

Pada 2018, SKC mengadakan perayaan syukur karena telah berdiri untuk 10 tahun. Di dalam perayaan ini, siswa-siswa SMA Kristen Calvin menggubah, menyiapkan, dan mementaskan suatu karya drama musikal orisinal yang berjudul “Song of the Silk Road”. Pada perayaan ini, SKC juga memberikan apresiasi bagi guru-guru yang sudah mengajar dan melayani selama 10 tahun.

Setelah 10 Tahun
Tuhan masih memberkati SKC hingga saat ini dan kiranya SKC terus memelihara dan menjalankan misi untuk mengerjakan mandat budaya di dalam bidang pendidikan. Soli Deo Gloria.