Sekilas

blank

Sekolah Kristen yang didirikan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong yang memiliki visi membentuk karakter Kristiani yang beriman, berilmu, dan berperasaan tanggung jawab sebagai penerus bangsa.

Untuk itu, Sekolah Kristen Calvin ingin membangun kisah kehidupan peserta didik menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas Kristen, kaum pembelajar dan bangsa Indonesia.

MEMBANGUN KISAH SEBAGAI KOMUNITAS KRISTEN

Sekolah Kristen Calvin yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA, merupakan suatu komunitas orang-orang percaya. Guru dan peserta didik berinteraksi lebih dari sekadar mengajar dan belajar secara formal. Di dalam sekolah ini, peserta didik dihadapkan pada suatu miniatur komunitas Kristen. Mereka diajak untuk “mencicipi” indahnya menjadi umat TUHAN sebagai komunitas yang belajar saling mengasihi dan mendukung dalam setiap segi kehidupan orang percaya.

Sekolah Kristen Calvin berusaha menciptakan suasana kekeluargaan layaknya sebuah keluarga Kristen. Dalam suasana seperti itu, peserta didik diajak untuk bertumbuh bersama lewat berbagai aktivitas pembelajaran termasuk ibadah, renungan pagi, kelompok kecil, dan konseling. Melalui semua kegiatan tersebut, mereka belajar untuk saling menasihati, mendorong, dan mendoakan sebagai komunitas umat TUHAN.

blank

MEMBANGUN KISAH SEBAGAI PEMBELAJAR KRISTEN

Sekolah Kristen Calvin mengambil perspektif Kristen dalam mengajarkan semua mata pelajaran yang ada. Ajaran teologi Reformed percaya bahwa TUHAN memberikan wahyu umum dan wahyu khusus kepada manusia. Pemahaman akan wahyu khusus (firman Tuhan) menjadi dasar bagi pemahaman yang benar akan wahyu umum (ciptaan dengan semua aspeknya).

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Amsal 1:7

“Education without values, as useful as it is, seems rather to make man a more clever devil.”

C.S. Lewis

blank

MEMBANGUN KISAH SEBAGAI KRISTEN indonesia

Sekolah Kristen Calvin memilih kurikulum nasional di tengah-tengah tren sekolah internasional. Sebagai sekolah Indonesia, tujuan pendidikan Sekolah Kristen Calvin tentu tidak dapat dilepaskan dari pengabdian terhadap tanah air, yaitu mempersiapkan generasi muda yang menyadari tanggung jawabnya terhadap bangsa dan negara. Terkait hal itu, pelajaran Sejarah dan Pendidikan Kewarganegaraan diberikan bukan hanya sebagai syarat kurikulum nasional, tetapi sebagai perenungan identitas ke-Indonesia-an di dalam diri peserta didik.

Mereka digugah untuk berkarya bagi Indonesia dengan melihat pada akar sejarah keberadaan mereka sebagai bangsa Indonesia, karena Tuhan-lah yang telah menempatkan mereka di tengah-tengah bangsa ini.

Demikian juga dengan pelajaran Geografi, diajarkan bukan sebagai daftar hapalan, tetapi sebagai pemahaman akan kayanya alam Indonesia dan bagaimana berespons terhadap hal tersebut. Ditambah adanya kunjungan rutin ke situs-situs sejarah, budaya, dan wisata alam, peserta didik diajak untuk belajar lebih menghargai keberadaan mereka sebagai bagian dari bangsa yang kaya dan beragam.

blank

Guru-guru yang mengabdi

Korps guru Sekolah Kristen Calvin dipimpin oleh Pdt. Ivan Kristiono. Sejumlah hamba Tuhan dari Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) lainnya juga ikut terlibat sebagai kepala sekolah dan guru untuk memperkuat pelayanan pendidikan Sekolah Kristen Calvin.

Selain merupakan lulusan dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang baik, guru-guru Sekolah Kristen Calvin menyadari panggilan mereka untuk melayani Tuhan di bidang pendidikan. Bukan karena tidak memiliki tawaran pekerjaan yang menjanjikan di luar dunia pendidikan, tetapi mereka memilih untuk melayani Tuhan dan sesama melalui Sekolah Kristen Calvin.

TERUS MENGEVALUASI DIRI

Sejalan dengan semangat Reformasi, semper reformanda, Sekolah Kristen Calvin secara serius terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Evaluasi dan perbaikan terhadap kinerja guru dan staf, juga peningkatan pelayanan administratif.

Untuk itu, Sekolah Kristen Calvin terus memberikan pelatihan baik bagi para guru maupun staf yang ada. Bahkan mereka juga didorong dan diberi kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Secara administratif, Sekolah Kristen Calvin juga terus membenahi sistem yang ada, agar pelayanannya ke depan menjadi makin baik.

blank